Laporan praktikum tanaman menyerbuk sendiri

Posted by muhammad aziz Muslim Sabtu, 11 Mei 2013 0 komentar
      Pada postingan kali ini saya akan memberikan contoh laporan praktikum tanaman menyerbuk sendiri dasar pemuliaan tanaman. Sebelumnya sudah saya posting tentang contoh laporan praktikum menyerbuk silang untuk di jadikan sumber referensi bagi kawan kawan. Namun perlu di catat bahwa postingan kali ini tidak bermaksud untuk memberikan fasilitas atau kemudahan bagi kawan kawan semua, namun hanya sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pertanian khususnya program studi agroteknologi. Dalam postingan ini, di harapkan kawan kawan semua tidak serta merta mengcopy paste laporan praktikum tanaman menyerbuk sendiri ini, namun dapat memilah milah informasi mana yang di perlukan dan mana yang tidak, serta menjadikan contoh  laporan praktikum menyerbuk silang ini bukan sebagai bentuk plagiarisme kawan kawan namun sebagai referensi dan litelatur bagi kawan kawan semua. Copy paste hukumnya haram.
Silahkan di simak.

I.                   PENDAHULUAN
                    A.  Latar Belakang
Pemuliaan tanaman pada dasarnya adalah kegiatan memilih atau menyeleksi dari suatu populasi untuk mendapatkan genotipe tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul yang selanjutnya akan dikembangkan dan diperbanyak sebagai benih atau bibit unggul. Namun demikian, kegiatan seleksi tersebut seringkali tidak dapat langsung diterapkan, karena sifat-sifat keunggulan yang dimaksud tidak seluruhnya terdapat pada satu genotipe saja, melainkan terpisah pada genotipe yang lainnya. Misalnya, suatu genotipe mempunyai daya hasil yang tinggi tapi rentan terhadap penyakit, sedangkan genotipe lainnya memiliki sifat-sifat lainnya (sebaliknya). Jika seleksi diterapkan secara langsung maka kedua sifat unggul tersebut akan selalu terpisah pada genotipe yang berbeda. Oleh sebab itu untuk mendapatkan genotipe yang baru yang memiliki kedua sifat unggul tersebut perlu dilakukan penggabungan melalui rekombinasi gen.
Persilangan merupakan salah satu cara untuk menghasilkan rekombinasi gen. Secara teknis, persilangan dilakukan dengan cara memindahklan tepung sari kekepala putik pada tanaman yang diinginkan sebagai tetua, baik pada tanaman yang menyerbuk sendiri (self polination crop) maupun pada tanaman yang menyerbuk silang (cross polination crop).
Sedangkan Tujuan dari pemuliaan tanaman sendiri salah satunya adalah untuk mendapatkan varietas tanaman yang lebih baik.  Varietas tanaman yang baik berasal dari gen-gen yang menyusun sifat-sifat baik pula.  Gen-gen tersebut diambil dari koleksi gen di dalam plasma nutfah yang berasal dari hasil mutasi, varietas lokal, kegiatan pemuliaan, dan introduksi tanaman.
Di alam penyerbukan silang terjadi secara spontan. Penyerbukan tersebut terjadi dengan bantuan angin, serangga pollination dan binatang lainnya. Pada penyerbukan alami tidak diketahui sifat-sifat dari pohon induk apakah sifat dari pohon induk baik atau buruk sehingga tidak dapat dilakukan pengontrolan akibatnya hasilnya seringkali mengecewakan. Oleh karena itu agar persilangan dapat dikontrol dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, maka manusia melakukan penyerbukan silang buatan (Wels, 1981).
Untuk mendapatkan varietas unggul dapat ditempuh melalui beberapa metode. Metode pemulian tanaman ini sangat ditentukan oleh sistem penyerbukan ataupun cara perkembangbiakan tanaman. Metode untuk tanaman menyerbuk sendiri berbeda dengan untuk tanaman yang menyerbuk silang. Metode untuk tanaman yang dikembangbiakan sacara seksual berbeda dengan yang dikembangbiakan secara aseksual (Sunarto, 1997).
Tanaman menyerbuk sendiri dapat dimuliakan antara lain melalui polinasi. Polinasi atau persilangan bertujuan menggabungkan sifat-sifat baik dari kedua tetua atau induknya sedemikian rupa sehingga sifat-sifat baik tersebut dimiliki keturunannya. Sebagai hasil dari polinasi adalah timbulnya keragaman genetik yang tinggi pada keturunannya. Dari keragaman yang tinggi inilah pemulia tanaman akan memilih tanaman yang mempunyai sifat-sifat sesuai dengan yang diinginkan (Sunarto, 1997).
Pemuliaan tanaman yang dikembangbiakan secara vegetatif dapat ditempuh melalui polinasi. Dengan jalan ini akan diperoleh sumber variabilitas atau klon-klon baru yang sangat luas variabilitasnya dan menjadi sumber penyeleksian klon baru. Berbeda dengan tanaman yang menyerbuk sendiri, dalam tanaman yang diperbanyak dengan jalan aseksual karena sifatnya heterozigot maka segregasi terjadi pada F1. Jadi tiap tanaman dalam F1 adalah sumber potensi dari klon baru, menghasilkan F2 jarang dilakukan. Selfing dapat menurunkan vigor (Sunarto, 1997).

           B.   Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk:
1.      Menghilangkan kepala sari sebelum bunga membuka dengan maksud untuk mencegah terjadinya pembuahan sendiri
2.      Menyerbuki bunga-bunga yang telah dikastrasi dengan tepung sari dari jenis tanaman yang kita hendaki sebagai induk jantan.

II.                TINJAUAN PUSTAKA
    Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari kekepala putik. Sedangkan pembuahan adalah bergabungnya gamet jantan dan gamet betina. Kriteria klasifikasi yang dipergunakan hanya berdasarkan tingkat penyerbkan sendiri dan penyerbukan silang. Polonasi sendiri sudah barang tentu hanya merupakan salah satu system perbanyakan tanaman dan hanya sebagai salah satu jalan dimana populasi dapat dikawinkan. (R.W. Allard, 1992)
Penyerbukan sendiri adalah jatuhnya serbuk sari dari anter ke stigma pada bunga yang sama atau stigma dari bunga yang lain pada tanaman yang sama atau klon yang sama. Prinsipyang memungkinkan terjadinya penyerbukan penyerbukan sendiri adalah kleistogami yaitu pada waktu terjadi penyerbukan bunga yang belum mekar atau tidak terbuka, misalnya pada kedelai, padi, tembakau dan lain-lain (Nasir, 2001)
Contoh Empat macam varietas menyerbuk sendiri:
 1.  Bersari bebas
Hasil seleksi massa, cirinya : Tidak selalu diketahui induk jantan dan betinanya. Jika ingin meningkatkan hasil harus tahu peranan gen aditif sehingga perlu tahu salah satu tetuanya.
2.   Komposit
Populasi dasar merupakan  : campuran varietas unggul, hibrida dan galur (untuk galur boleh ada boleh tidak)
Setiap dicampur terjadi persilangan terbuka kemudian diseleksi melalui seleksi massa.
3.   Hibrida
Masalah : persilangan dan saat mencari galur penghasil benihnya.
Benih yang dihasilkan sedikit, usaha – usaha persilangan galur dengan varietas. (Prasetyo, 2010)
Terjadinya penyerbukan sendiri disebabkan oleh Bunga tidak membuka,  Serbuk sari sudah matang dan jatuh sebelum bunga terbuka, Stigma dan stamen
Tanaman menyerbuk sendiri dapat dimuliakan antara lain melalui hibridisasi. Hibridisasi atau persilangan bertujuan menggabungkan sifat-sifat baik dari kedua tetua atau induknya sedemikian rupa sehingga sifat-sifat baik tersebut dimiliki keturunannya. Sebagai hasil dari hibridisasi adalah timbulnya keragaman genetik yang tinggi pada keturunannya. Dari keragaman yang tinggi inilah pemulia tanaman akan memilih tanaman yang mempunyai sifat-sifat sesuai dengan yang diinginkan (Sunarto, 1997).
Penyerbukan silang pada bunga yang pada umumnya menyerbuk sendiri bertujuan agar didapatkan tanaman dengan berbagai macam variasi genotip maupun fenotip.  Salah satu tanaman yang melakukan penyerbukan sendiri adalah padi. Oleh karena itu diperlukan suatu metode unutk mencegah terjadinya penyerbukan sendiri pada bunga padi. Penyerbukan sendiri pada bunga padi dapat dicegah dengan melakukan kastrasi yaitu tidakan membuang semua benang sari yang masih muda atau yang belum masak dari sebuah kuncup bunga suatu tanaman induk betina, dengan maksud agar bunga tersebut tidak mengalami penyerbukan sendiri (Darjanto dan Satifah, 1982).
Di alam penyerbukan silang terjadi secara spontan.  Penyerbukan tersebut terjadi dengan bantuan angin, serangga pollination dan binatang lainnya.  Pada penyerbukan alami tidak diketahui sifat-sifat dari pohon induk apakah sifat dari pohon induk baik atau buruk sehingga tidak dapat dilakukan pengontrolan akibatnya hasilnya seringkali mengecewakan.  Oleh karena itu agar persilangan dapat dikontrol dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, maka manusia melakukan penyerbukan silang buatan (Wels, 1991).
Sebelum dilakukan suatu hibridisasi tentunya didahului dengan kastrasi, kastrasi dilakukan sebelum kepala putik masak (reseptif). Sehingga demikian bunga yang telah diemaskulasi tidak memungkinkan untuk melakukan penyerbukan sendiri. Setelah dilakukan kastrasi maka selang beberapa saat dilakukan teknik hibridisasi, yaitu menyerbuki bunga-bunga yang telah dikebiri dengan tepung sari dan jenis-jenis tanaman yang dikehendaki sifat-sifatnya. Hibridisasi pada tanaman menyerbuk silang biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan galur inbrida dan menguji potensi satu atau beberapa tetua (Nasir, 2001).
Beberapa macam metode dan cara mengkastrasi tanaman menyerbuk silang ada , yaitu:
a.      Forching method
Bunga dibuka dengan hati-hati melalui pallea dan lemma dengan sebuah jarum atau pinset (prepareer-naald).  Lalu pegang kedua ujung sekam itu dengan jari-jari dan tekan sehingga membuka sebelah, selanjutnya ambil keenam benang sari dengan hati-hati jangan sampai merusak putik dengan alat jarum atau pinset. 
b.      Bagging method
Selubungi bulir dengan pembungkus dari kertas sampai ± 5 menit (karena terjadi panas maka bunga-bunga itu mekarnya dipercepat dan lebih bersamasama).  Selanjutnya buka dan segera buang benang-benang sari dari bunga-bunga yang telah terbuka.
c.       Clipping method
Potong pucuk pallea dan lemma ± ¼ dari panjangnya (boleh miting atau datar).  Lalu buang benang-benang sari dengan pinset.
d.      Hot water treatment
Bengkokkan blir ke atas air panas dalam sebuah tabung, karena uap air panas bunga-bunga akan terbuka dengan cepat dan segera buang benang-benang sarinya.
e.       Blowing method
Bungkus bukir dengan sapu tangan dan tiup dengan pelan-pelan ± 5 menit.  Setelah dibuka, bunga-bunga yang terbuka yang terbuka segera dibuang benang-benang sarinya.
f.        Sucking method
Potong pucuk bunga seperti Clipping method kemudian benang sarinya diambil dengan waterstraal lucht pomp (penghisap udara dengan arus air) atau pompa penghisap listrik yang dihubungkan dengan selang yang berakhir dengan pipa gelas yang bermulut halus.
Langkah pertama hibridisasi pada tanaman yang menyerbuk sendiri yaitu memilih tetua yang berpotensi.  Pemilihan tetua ini tergantung pada sifat yang akan dimuliakan apakah sifat kualitatif atau sifat kuantitatif.  Pemilihan tetua kualitatif lebih mudah karena perbedaan penampakan tetua menunjukkan pula perbedaan gen pengendali sifat itu.  Pemilihan tetua untuk sifat kuantitatif lebih sulit karena adanya perbedaan fenotipe yang belum tentu.  Oleh karena itu, pemilihan tetua perlu dipertimbangkan dari segi lain, yaitu sifat fisiologi, adaptasi dan susunan genetik (Wels, 1981).
Fungsi hibridisasi yang lain menurut Nasir (2001) adalah untuk menguji potensi satu atau beberapa tetua. Hibridisasi dilakukan dengan menggosok-gosokkan pinset halus (dimasukkan) satu benang sari pada putik dari bunga yang telah dikastrasi.  Cara yang lainnya dari hibridisasi adalah dengan menggoyang-goyangkan bunga yang mekar diatas bunga-bunga yang telah dikastrasi tersembunyi oleh organ bunga yang sudah terbuka, Stigma memanjang melalui tabung staminal segera sesudah anter membuka, Bunga matang serempak.

III.             METODE PRAKTIKUM

          A.    BAHAN
1.    Tanaman yang siap disilangkan yaitu tanaman padi.

          B.  ALAT
1.    Crossing set
2.    Label persilangan
3.    Kantong kertas
4.    Gunting

          C.  PROSEDUR KERJA
1.    Pilih malai yang masih tertutup oleh daun bendera yang akan digunakan sebagai tetua betina, dengan ketentuan bahwa malai yang keluar dari daun bendera baru sekitar 10% - 20%. Buang bunga yang sudah diserbuki atau belum siap diserbuki.
2.    Emaskulasi benang sari. Gunting kira – kira sepertiga bagian dari palea dan lemma, kemudian gunting didorng keatas sehingga anternya terbuang semua dan tinggal kepala putiknya saja. Benang sari yang tersisa dapat dibuang dengan gunting.
3.    Pilih malai yang sudah mekar yang akan digunakan sebagai tetua jantan.
4.    Penyerbukan dilakukan dengan menggoyang – goyangkan malai bunga jantan diatas bunga betina yang telah di emaskulasi.
5.    Menutup malai (bunga – bunga) hassil persilangan dengan kantong kertas, kemudian cantumkan label mengenai informasi yang diperlukan dari persilangan tersebut.
6.    Amati keberhasilan persilangan dan hitung tingkat keberhasilannya dengan rumus :
Tingkat keberhasilan (%) =

IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN

       A.  HASIL PENGAMATAN

Penyerbukan padi:
Betina                                                         : Poso
Jantan                                                         : Milky rice
Jumlah gabah disilangkan                          : 13 biji
Jumlah gabah yang berhasil disilangkan    : 0
Tanggal pengamatan                                  : 8 Oktober 2012

Tingkat keberhasilan =  100 % = 0 %

          B.   PEMBAHASAN
Pengertian Hibridisasi atau ( Persilangan ) adalah suatu teknik mengawinkan bunga dengan meletakkan pollen / serbuk sari pada stigma (lubang atau rongga yang dangkal berisi cairan kental agak lengket sebagai tempat meletakkan pollen dan masuknya tabung pollen ke dalam ovari (bakal buah) pada waktu polinasi/penyerbukan ).                                                    (Tanto.2002)
Hybridization is the process of interbreeding between individuals of different species (interspecific hybridization) or genetically divergent individuals from the same species (intraspecific hybridization). Offspring produced by hybridization may be fertile, partially fertile, or sterile.
Sedangkan menurut McCouch, S, Hibridisasi atau ( Persilangan ) adalah proses kawin antar individu dari spesies yang berbeda (persilangan interspesifik) atau individu genetik berbeda dari spesies yang sama (hibridisasi intraspesifik). Offspring dihasilkan dengan hibridisasi mungkin subur, sebagian subur, atau steril.                                  (McCouch,S.2004)
Sedangkan pengertian Hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri adalah suatu proses penyerbukan yang terjadi dengan di awalinya penyatuan sel telur dan sel sperma yang berasal dari satu tanaman yang sama. Pada hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri ini, dapat meningkatkan proporsi homozigot bagi tanaman heterozigot. Penyebab terjadinya penyerbukan sendiri ini secara genetik adalah kemampuan sel kelamin untuk cenderung bergabung.
Berikut adalah sifat dan morfologi bunga tanaman menyerbuk sendiri :
a.       Bunga tidak membuka
b.      Butir tepung sari luruh sebelum bunga membuka
c.       Benang sari dan putik tertutup oleh bagian bunga sesudah bunga membuka
d.      Putik memanjang segera setelah bunga masak.
Langkah langkah dalam melakukan hibridiasai tanaman menyerbuk sendiri yang di lakukan praktikan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
a.         Persiapan
Pada praktikum kali ini dilakukan persiapan terlebih dahulu sebagai persiapan untuk melakukan kastrasi dan penyerbukan sendiri dan perlu disediakan alat-alat antara lain : pisau kecil yang tajam, gunting kecil, pinset dengan ujung yang runcing, jarum yang panjang dan lurus, , wadah untuk tempat benang sari, Untuk membungkus bunga sebelum dan sesudah dilakukan penyerbukan dapat dipakai kantong dari kain, kelambu, kantong plastik yang telah diberi lubang-lubang keciluntuk pernafasan (peredaran udara) atau isolatif, sesuai dengan ukuran bunga.Selain itu perlu disediakan label dari kertas yang tebal dan kedap air. Label-label tersebut diberi nomor urut menggunakan pinsil atau bolpoint yang tintanya tidak lunturkarena air. 
b.        Kastrasi
Setalah di lakukan persiapan terhadap alat alat yang akan di gunakan dalam hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri ini, maka langkah selanjutnya adalah melakukan kastrasi. Kastrasi sendiri adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang ada di sekitar bungayang akan diemaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup-kuncup bunga yang tidak dipakaiserta organ tanaman lain yang mengganggu kegiatan persilangan. Membuang mahkota dankelopak juga termasuk kegiatan kastrasi. Kastrasi umumnya menggunakan gunting, pisau atau pinset. Namun pada praktikum kali ini di gunakan Pinset saja untuk proses pengkastrasian tanaman yang akan di silangkan.
c.         Emaskulasi
Setelah proses kastrasi dilakukan maka tahapan berikutnya adalah emaskulasi pada tanaman yang akan di silangkan. Emaskulasi adalah kegiatan membuang alat kelamin jantan (stamen) pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Emaskulasi terutama dilakukan pada tanaman berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Cara emaskulasi tergantung pada morfologi bunganya. Dan pada praktikum kalio ini proses emaskulasi dilakukan dengan menggunakan alat pinset.
d.   Mengumpulkan serbuk sari
Setalah kastrasi, emaskulasi di lakukan, maka tahap berikutnya adalah melakukan pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan. Hal ini dapat dimulai beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar. Bila letak pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan,maka pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang lama. Dan ini akan mempengaruhi proses hibridisasi yang sedang kita lakukan.
e. Penyerbukan atau Hibridisasi
Tahapan selanjutnya setelah pengunpulan benang sari di lakukan adalah dengan melakukan penyerbukan atau hibridisasi. Hibridisasi atau ( Persilangan ) adalah suatu teknik mengawinkan bunga dengan meletakkan pollen / serbuk sari pada stigma (lubang atau rongga yang dangkal berisi cairan kental agak lengket sebagai tempat meletakkan pollen dan masuknya tabung pollen ke dalam ovari (bakal buah) pada waktu polinasi/penyerbukan.  Penyerbukan buatan dapat dilakukan antara tanaman yang berbeda genetiknya.. Pada pelaksanaann praktikum kali ini terdiri dari pengumpulan polen (serbuk sari) yang viabel atau anter dari tanaman tetua jantan yang sehat, kemudian menyerbukannya ke stigma tetua betina yang telah dilakukan emaskulasi.
f. Pelabelan
            Tahap akhir dari proses dan tahap tahap pada hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri adalah pelabelan atau yang sering biasa kita kenal dengan pemberian tanda atau itiket. Pada pemberian tanda itiket ini di gunakan label yang di dalamnya tercantum beberapa ketentuan ketentuan dan apa saja yang harus di tulis dalam label atau etiket tersebut. Ketentuan ketentuan tersebut adalah :
Ukuran dan bentuk label berbeda-beda. Pada dasarnya label terbuat dari kertas keras tahan air, atau plastik. Pada label antara lain tertulis informasi tentang:
a.       Nama penyerbuk
b.      Tanggal mengerjakan hibridisasi atau persilangan
c.       Nama/nomor jenis tanaman betina dan jantan
Sedangkan Langkah langkah dalam melakukan hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri Sesuai dengan literatur adalah sebagai berikut :
1.      Mengumpulan tepung sari
      Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan dapat di mulai beberapa jam sebelum kuncup kuncup bunga itu mekar. Pengumpulan tepung sari di kerjakan 1 hari sebelum di lakukan kastrasi dan hibdridisasi. Kurang lebih jam 10.00 sampai 12.00 di petik bunga bunga kuncup yang kira kira pagi berikutnya akan membuka. Dari bunga bunga ini di ambil kepala sarinya dan di tebarkan pada petrischall supaya pada pagi harinya sudah pecah dan di kumpulkan tepung dariya kemudian di pindahkan pada tabung gelas kecil yang sudah di lengkapi dengan kuas untuk penyerbukan.
2.      Kastrasi
      Kastrasi adalah membersihkan bagian tanaman yang ada di sekitar bunga yang akan di emaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup kuncup bunga yang tidak di pakai. Membuang mahkota dan kelopak juga termasuk kegiatan kastrasi.
3.      Emaskulasi
      Emaskulasi adalah pembuangan alat kelamin jantan ( Stamen ) pada tetua betina. Tujuan emaskulasi adalah untuk mencegah penyerbukan sendiri terjadi. Oleh karena itu, emaskulasi di lakukan sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Cara atau metode emaskulasi dilakukan berdasrkan morfologi bunga yang akan di emaskulasi. Metode yang dapat di gunakan antara lain clipping method, sucking method, water treatment method, chemical method dan male sterility method.
4.      Hibdridisasi
      Hibdridisasi ( Persilangan )  adalah suatu teknik mengawinkan bunga dengan meletakkan pollen / serbuk sari pada stigma (lubang atau rongga yang dangkal berisi cairan kental agak lengket sebagai tempat meletakkan pollen dan masuknya tabung pollen ke dalam ovari (bakal buah) pada waktu polinasi/penyerbukan ). Hibdridisasi di kerjakan langsung sesudah kastrasi, sebaiknya jangan melebihi pukul 11.00. caranya adalah dengan menggosok gosokan kuas yang sudah ada tepungsarinya pada kepala putik bunga yang sudah di kastrasi tersebut serata mungkin.
5.      Memberi tanda dan etiket
      Bunga bunga yang sudah di serbuki, tangkainya di ikat dengan benang berwarna pada etiket demi menjaga kekeliruan. Etiket tersebut di tulisi sebagai berikut :
Nama Penyerbuk                                                   :
Tanggal mengerjakan                                            :
Nama/nomor jenis tanaman betina dan jantan      :
6.      Pembungkusan
      Pembungkusan di lakukan untuk mencegah terjadinya penyerbukan silang atau asing yang tidak di kehendaki dan gangguan lain, karangan bunga yang sudah di serbuki tersebut di bungkus menggunakan kantong dari kain, kelambu, kantong plastik yang berlubang kecil atau selotip. Pemilihan alat pembungkus di sesuaikan dengan ukuran bunga.
7.      Kontrol
      Kontrol di buat dengan hanya mengkastrasi sejumlah bunga tetapi tidak di serbuki.                                                                     ( Mangoendidjojo,2003)
Dalam melaksankan kegiatan acara prakitkum hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri kali ini di perlukan aalat alat yang mendukun kelancaran proses hibridisasi dan praktikum ini sendiri. Alat alat yang di gunakan dalam praktikum hibridasasi tanaman menyerbuk sendiri kali ini berserta fungsinya adalah :
a.       Crossing set
      Pada praktikum tanaman hibridisasi tanaman meyerbuk sendiri kali ini di gunakan untuk proses pengkastrasian dan emaskulasi tanaman yang akan di hibridisasikan.
b.      Gunting
      Pada praktikum tanaman hibridisasi tanaman meyerbuk sendiri kali ini di gunakan untuk proses pemotongan bagian palea dan lemma supaya anter pada tanaman yang akan di hibridisasikan terbuang semua dan tinggal kepala putiknya saja.
c.       Label Persilangan
      Pada praktikum tanaman hibridisasi tanaman meyerbuk sendiri kali ini label persilangan di gunakan untuk Proses Pemberian tanda dan etiket pada tanaman yang kita hibridisasikan. Supaya tanaman tersebut mudah untuk kita amati dan indentifikasi serta menghindarkan dari kekeliruan.
d.      Kantong Kertas
      Pada praktikum tanaman hibridisasi tanaman meyerbuk sendiri kali ini di gunakan kantong kertas untuk proses pembungkusan pada tanaman yang telah kita hibridisasikan untuk mencegah terjadinya penyerbukan silang atau asing yang tidak di kehendaki berserta gangguan gangguan lainya.
e.       Pinset
     Pada praktikum tanaman hibridisasi tanaman meyerbuk sendiri kali ini di gunakan pinset untuk melakukan proses penyerbukan antara dua varietas tanaman yang akan kita silangkan.
Dalam melakukan suatu emaskulasi terdapat beberapa jenis metode metode yang di gunakan dalam proses emaskulasi suatu tanaman yang akan di hibridisasikan atau di silangkan. Metode metode tersebut anatara lain adalah sebagai berikut :
1.      Forcing Method
      Bunga di buka hati hati melalui pallea dan lemma dengan jarum atau pinset ( Prepareer-naald ). Lalu pegang kedua ujung sekam itu dengan jari jari dan tekan sehingga membuka sebelah, langkah selanjutnya adalah mengambil keenam benang sari dengan hati hati dan jangan sampai merusak putik dengan alat jarum dan pinset.
2.      Bagging Method
      Selubung bulir dengan pembungkus ari kertas sampai ± 5 menit ( karena terjadi panas maka bunga bunga itu mekarnya di percepat dan lebih bersama sama ). Selanjutnya di buka dan segera di buang benang benang sari dari bunga bunga yang telah terbuka.
3.      Clipping Method
      Potong pucuk pallea dan lemma ±  bagian dari panjangnya. ( boleh miring atau datar ). Lalu buang benang benang sari dengan pinset.
4.      Hot water treatment
      Bengkokan bulir ke atas air panas dalam sebuah tabung, karena uap air panas bunga bunga akan terbuka dengan cepat dan segera buang benang benang sarinya.
5.      Blowing Method
      Bungkis bulir dengan sapu tangan dan tiup dengan pelan pelan ± 5 menit. Setelah di buka, bunga bunga yang terbuka segera buang benang benang sarinya.
6.      Sucking Method
      Potong pucuk bunga seperti clipping method, kemudian benang sarinya di ambil dengan waterstraal luncht pompo ( penghisap udara dengan arus air ) atau pompoa penghisap listrik yang di hubungkan dengan slang yang berakhir dengan pipa gelas kecil yang bermulut halus.                        (Tanto.2002)
      Etiket adalah suatu bentuk pemberian tanda pada tanaman yang telah di lakukan hibridisasi atau persilangan dimana di dalamnya termuat ketentuan ketentuan dan di tulisi sebagai berikut :
a.       Nama penyerbuk
b.      Tanggal mengerjakan
c.       Nama atau Nomor jenis tanaman betina atau jantan
Fungsi dengan di berikanya etiket seperti ini pada proses hibridisasi atau persilangan adalah untuk menjaga kekeliruan serta menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan, misalnya dengan pemberian nama/kode tetua,tanggal penyerbukan, kode persilangan, dan nama penyilang (breader).
Pada praktikum Hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri kali ini di peroleh presentase hasil pengamatan sebesar 0%. Sehingga dalam praktikum kali ini dapat di katakan bahwa hasil pengataman atau hasil hibridisasi yang telah di lakukan  praktikan Gagal atau tidak berhasil karena presentase hasil pengamatan di bawah 50% dan dalam hal ini tidak dapat terbentuknya tanaman F1 hasil hibridisasi atau persilangan yang telah di lakukan praktikan dan dengan di tandainya bunga yang terlihat layu dan warna yang berubah menjadi kecoklatan. Tidak berhasilnya hibridisasi yang telah di lakukan pada tanaman padi tersebut hal ini dapat di karenakan bebeberapa faktor.
Faktor faktor yang menyebabkan kegagalan dalam hibdirdisasi adalah sebagai berikut :
1.      Faktor intern
a.       Kurang seriusnya seorang praktikan dalam melakukan hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri.
b.   Praktikan cenderung ceroboh dan kurang berhati hati dalam melakukan hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri ini.
c.   Masih minimnya ilmu dan pengetahuan seorang praktikan dalam melakukan proses kegiatan hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri. Sehingga hasil yang di perolehnya pun kurang begitu maksimal dan belum sesuai harapan.
d.      Faktoe tetua dari tanaman yang di gunakan dalam hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri.
2.      Faktor Ekstern
a.       Kondisi lingkungan setempat, atau tempat di lakukanya proses hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri.
b.      Faktor kelembaban udara,
c.       Faktor suhu
d.      Faktor radiasi sinar matahari
e.       Faktor angin
Sedangkan berdasarkan pustaka, penyebab gagalnya dan tidak berhasilnya proses hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri adalah sebagai berikut :
a.       Pengetahuan tentang morfologi dan metode reproduksi tanaman.
      Untuk  dapat  melakukan penyerbukan, hal yang paling mendasar dan yang paling penting diketahui adalah organ reproduksi dan tipe penyerbukan. Dengan mengetahui organ reproduksi, kita dapat menduga tipe penyerbukannya, apakah tanaman tersebut menyerbuk silang atau menyerbuk sendiri. Karakteristik berikut dapat dijadikan acuan untuk  menduga  tipe penyerbukan tanaman menyerbuk sendiri :
1.    Bunga tidak membuka.
2.    Waktu antesis dan reseptif bersamaan atau berdekatan.
3.    Butir polen luruh sebelum bunga mekar.
4.    Stamen dan pistil ditutupi oleh bagian bunga walaupun bunga telah mekar.
5.    Pistil memanjang segera setelah polen masak
b.    Waktu tanaman bunga (waktu bunga mekar atau tanaman berbunga).
Dalam melakukan persilangan harus diperhatikan: (1) penyesuaian waktu berbunga.Waktu tanam tetua jantan dan betina harus diperhatikan supaya saat anthesis dan reseptif waktunya bersamaan, (2) waktu emaskulasi dan penyerbukan. Pada tetua betina waktu emaskulasi harus diperhatikan, seperti pada bunga kacang tanah, padi harus pagi hari, bila melalui waktu tersebut polen telah jatuh ke stigma. Juga waktu penyerbukan harus tepat ketika stigma reseptif. Jika antara waktu antesis bunga jantan dan waktu reseptif bunga betina tidak bersamaan, maka perlu dilakukan singkronisasi. Caranya dengan membedakan waktu penanaman antara kedua tetua, sehingga nantinya kedua tetua akan siap dalam waktu yang bersamaan. Untuk tujuan sinkronisasi ini diperlukan informasi tentang umur tanaman berbunga. ( Syukur, 2009 )
c.    Keadaan cuaca saat penyerbukan.
Cuaca sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan persilangan buatan.Kondisi panas dengan suhu tinggi dan kelembaban udara terlalu rendah menyebabkan bungarontok. Demikian pula jika ada angin kencang dan hujan yang terlalu lebat.
d.   Pelaksana hibridisasi.
Pemulia yang melaksanakan hibridisasi harus dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam melakukan hibridisasi, karena jika pemulia ceroboh maka hibridisasi akan gagal. (Syukur, 2009)
Pada praktikum hibridisasi tanaman menyrbuk sendiri ini di gunakan varietas betina dan jantan adalah varietas padi poso dan milky rice. Berikut adalah deskripi varietas padi tersebut :
1.      Deskrisi padi varietas Poso
Nama Varietas
Poso
Kategori
Varietas unggul nasional (released variety)
SK
56/Kpts/TP.240/1/1989 tanggal 21 Januari 1989
Tahun
1989
Tetua
Persilangan IR 9093-195-1/C22
Rataan Hasil
3.0-5.0 ton/ha
Pemulia
Zaenuddin A., Simanullang, Tarjat Tjubarjat dan Misbah
Golongan
Cere
umur
115-125 hari
Bentuk tanaman
Tegak
Tinggi tanaman
100-134 cm
Anakan produktif
10-12 malai per rumpun
Warna kaki
Hijau
Warna batang
Hijau
Warna telinga daun
Tidak berwarna
Warna lidah daun
Tidak berwarna
Warna daun
Hijau
Muka daun
Agak licin sebelah atas dan kasar sebelah bawah
Posisi daun
Tegak
Daun bendera
Miring (terbuka)
Bentuk gabah
Bulat panjang
Warna gabah
Kuning bersih
Kerontokan
Agak mudah
Kerebahan
Taan
Rasa nasi
Sedang
Bobot 1000 butir gabah
23-24 g
Kadar amilosa
28-29 %
Ketahanan terhadap hama
Tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2
Ketahanan terhadap penyakit
Tahan bakteri hawar daun (X. oryzae), bakteri daun bergaris (X.
translucens) dan blas (Pyricularia oryzae)

2.      Milky Rice ( Mentik Susu )
(Milky Rice) atau Mentik Susu , beras ini berwana putih dan mirip warna susu, bentuknya mirip dengan ketan, atau mirip dengan padi yang masih muda sudah dipanen. Mentik susu ini sangat pulen disebut-sebut orang beras jepangnya Indonesia karena kepulenanannya lengket namun kadar kelengketannya masih dibawah beras ketan.Berbeda dengan mentik wangi, menthik/mentik susu ini bentuknya lebih mendekati ke bentuk ketan putih. Perbedaan antara menthik susu dan menthik wangi adalah dari baunya. Beras menthik/mentik susu tidak berbau wangi, selain itu menthik/mentik susu lebih pendek/bulat daripada mentik wangi.
            Sedangkan perbedaan utamanya dengan ketan, adalah beras organik mentik/menthik susu ini lebih pendek/bulat daripada ketan putih. Seperti halnya ketan, beras menthik/mentik susu ini sangat pulen.

V.                SIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.      Hibridisasi atau ( Persilangan ) adalah suatu teknik mengawinkan bunga dengan meletakkan pollen / serbuk sari pada stigma (lubang atau rongga yang dangkal berisi cairan kental agak lengket sebagai tempat meletakkan pollen dan masuknya tabung pollen ke dalam ovari (bakal buah) pada waktu polinasi/penyerbukan )
2.      Hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri adalah suatu proses penyerbukan yang terjadi dengan di awalinya penyatuan sel telur dan sel sperma yang berasal dari satu tanaman yang sama. Pada hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri ini, dapat meningkatkan proporsi homozigot bagi tanaman heterozigot.
3.      Presentase hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri berdasarkan hasil pengamatan di peroleh presentase sebesar 0 %, sehingga dalam hal ini di katakan bahwa hibridisasi tanaman menyerbuk sendiri pada praktikum kali adalah gagal dan tidak berhasil.
4.      Ciri-ciri proses hibridisasi yang berhasil adalah bunga masih segar, dan bila bunga/ bulir padi tersebut dipencet maka akan keluar cairan putih seperti susu yang merupakan cairan pati. Sedangkan jika gagal maka maka bunga akan kelihatan layu dan warnanya berubah menjadi kecoklatan

DAFTAR PUSTAKA
Allard, R. W, 1992. Pemuliaan Tanaman. Rineka Cipta. Jakarta
Darjanto dan Siti, S. 1984. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Gramedia, Jakarta.
Mangoendidjojo,W.2003.Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman.Yogyakarta,Kanisius
McCouch,S.2004.Diversifying Selection in plant Breeding.PloS Biol 2(10):e347
Nasir, M. 2001. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Depatemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Prasetyo, Muhlas. 2010. Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Pertanian. Universitas Jember.
Syukur, M., S. Sujiprihati, dan R. Yunianti. 2009. Teknik pemuliaan tanaman. Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Departemen Agronomi dan Hotikultura IPB. Bogor. 284 hal.
Tanto.2002.Pemuliaan Tanaman dengan Hibridisasi (Allogam).Raja Grafindo Persada,Jakarta
Wels, James R. 1981. Dasar-dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Erlangga,Jakarta











           

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA KAWAN
Judul: Laporan praktikum tanaman menyerbuk sendiri
Ditulis oleh muhammad aziz Muslim
Rating Blog 5 dari 5
Semoga tulisan ini bermanfaat kawan. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://azizyoungfarmer.blogspot.com/2013/05/laporan-praktikum-tanaman-menyerbuk.html. Terima kasih sudah singgah dan membaca tulisan ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Aziz young farmer.