Laporan praktikum tanaman menyerbuk silang

Posted by KizilElma Sabtu, 11 Mei 2013 0 komentar
    Pada postingan kali ini saya akan memberikan contoh laporan praktikum menyerbuk silang dasar pemuliaan tanaman. Namun perlu di catat bahwa postingan kali ini tidak bermaksud untuk memberikan fasilitas atau kemudahan bagi kawan kawan semua, namun hanya sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pertanian khususnya program studi agroteknologi. Dalam postingan ini, di harapkan kawan kawan semua tidak serta merta mengcopy paste laporan praktikum menyerbuk silang ini, namun dapat memilah milah informasi mana yang di perlukan dan mana yang tidak, serta menjadikan contoh  laporan praktikum menyerbuk silang ini bukan sebagai bentuk plagiarisme kawan kawan namun sebagai referensi dan litelatur bagi kawan kawan semua. Copy paste hukumnya haram.
Silahkan di simak.

I.    PENDAHULUAN
     .       A.   Latar Belakang
Pada dasarnya tanaman penyerbuk silang adalah heterozigot dan heterogenus. Satu individu dan individu lainnya genetis berbeda. Karena keragaman genetis yang umumnya cukup besar dibanding dengan tanaman penyerbuk sendiri dalam menentukan kriteria seleksi diutamakan pada sifat ekonomis yang terpenting dulu, tanpa dicampur aduk dengan sifat – sifat lain yang kurang urgensinya. Pengertian yang bertalian dengan keseimbangan Hardy-Weinberg pengertian mengenai silang dalam, macam – macam gen dan sebagainya sangat membantu memahami sifat – sifat tanaman penyerbuk silang dan metode – metode seleksinya.
Bunga merupakan alat reproduksi yang kelak menghasilkan buah dan biji. Di dalam biji ini terdapat calon tumbuhannya (lembaga). Terjadi buah dan biji serta calon tumbuhan baru tersebut karena adanya penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan merupakan jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (untuk golongan tumbuhan berbiji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji (untuk tumbuhan berbiji telanjang).
Varietas unggul didapat melalui beberapa metode pemuliaan tanaman. Metode pemuliaan ini sangat ditentukan oleh sistem penyerbukan ataupun cara perkembang biakan tanman. Metode untuk tanman menyerbuk sendiri berbeda dengan metode untuk tanaman menyerbuk silang. Metode yang dikembangkan secara seksual berbeda dengan yang dikembangkan secara aseksual. Beberapa metode pemuliaan tanaman yang diketahui yaitu introduksi, seleksi dan hibridisasi dilanjutkan seleksi.
Metode pemuliaan tanaman ini punya manfaat yang sangat penting bagi perakitan varietas. Hibridisasi merupakan salah satu metode pemuliaan tanaman dimana bertujuan memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipenya. Diharapkan setelah adanya hibridisasi dapat menghasilkan kombinasi baru genetika dari tanaman tetua yang diharapkan sifat unggulnya.

    B.    Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk menghasilkan biji F1 dengan kombinasi sifat tetua dari persilangan jagung, sebagai salah satu tahap dalam upaya perakitan varietas baru untuk tanaman menyerbuk silang

II.                TINJAUAN PUSTAKA
Perkawinan antar spesies merupakan salah satu cara yang digunakan dalam meningkatkan keragaman genetik bahan pemuliaan. Keragaman tersebut nantinya akan diseleksi untuk mendapatkan varietas yang memiliki sifat unggul. Varietas bersifat unggul tersebut yang nantinya dapat dilepas sebagai varietas unggul. Perkawinan silang antar spesies dan dalam spesies memiliki beberapa perbedaan dalam tingkat keragaman genetik nantinya. Jenis perkawinan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sehingga dalam proses perkawinan dalam tanaman atau sering disebut dengan penyerbukan.
Hibridisasi atau persilangan bertujuan untuk memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipenya. Terdapat dua macam hibridisasi, yaitu hibridisasi intraspesifik dan interspesifik. Hibridisasi (persilangan) adalah penyerbukan silang antara tetua yang berbeda susunan genetiknya. Pada tanaman menyerbuk sendiri hibridisasi merupakan langkah awal pada program pemuliaan setelah dilakukan pemilihan tetua. Umumnya program pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri dimulai dengan menyilangkan dua tetua homozigot yang berbeda genotipenya. Pada tanaman menyerbuk silang, hibridisasi biasanya digunakan untuk menguji potensi tetua atau pengujian ketegaran hibrida dalam rangka pembentukan varietas hibrida. Selain itu, hibridisasi juga dimaksudkan untuk memperluas keragaman (Alfikri, 2011).
Penyerbukan silang adalah berpindahnya serbuk sari dari suatu bunga tanaman lain kekepala putik tanaman yang berbeda. Penyerbukan ini terjadi karena terhalangnya serbuk sari dari bunga yang sama untuk melangsungkan penyerbukan sendiri. Umumnya penyerbukan terjadi karena bantuan angin dan serangga ( Nasir, 2001).
Metode pemuliaan tanaman menyerbuk silang sedikit berbeda dengan tanaman menyerbuk sendiri karena pada tanaman menyerbuk silang, dalam populasi alami terdapat individu-individu yang secara genetik heterozigot untuk kebanyakan lokus. Secara genotipe juga berbeda dari satu individu ke individu lainnya, sehingga keragaman genetik dalam populasi sangat besar. Fenomena lain yang dimanfaatkan dalam tanaman menyerbuk silang adalah ketegaran hibrida atau heterosis. Heterosis didefinisikan sebagai meningkatnya ketegaran (vigor) dan besaran F1 melebihi kedua tetuanya. Sebaliknya bila diserbuk sendiri akan terjadi tekanan inbreeding. Beberapa metode yang populer pada tanaman menyerbuk silang misalnya pembentukan varietas hibrida, seleksi massa, seleksi daur ulang, dan dilanjutkan dengan pembentukan varietas bersari bebas atau varietas sintetik. Untuk tanaman yang membiak secara vegetaif dapat dilakukan seleksi klon, hibridisasi yang dilanjutkan dengan seleksi klon. Cara ini dapat digunakan juga untuk pemuliaan tanaman tahunan yang biasa dibiakan secara vegetatif.
Metode Seleksi Pada Tanaman Menyerbuk Silang
Dasar–dasar yang dapat membedakan diantara metode :
a.      Cara pemotongan populasi dasar
b.      Ada tidaknya kontrol terhadap persilangan
c.       Model perangen pada populasi bersangkutan
d.      Tipe uji keturunan
e.      Macam dari varietas komersiil yang akan dibentuk.
Metode penting yang sesuai dengan penyerbukan silang antara lain:
1.    Seleksi missal. Seleksi ini merupakan cara yang penting dalam pengembanan macam-macamvarietas yang disilangkan.Dalam seleksi ini jumlah yang dipilih banyak untuk memperbanyak generasi berikutnya .
2.    Pemuliaan persilangan kembali. Metode ini digunakan dengan species persilangan luar yang nilainya sama baiknya dengan species yang berpolinasi sendiri.
3.     Hibridisasi dari galur yang dikawinkan. Varietas hibrida tergantung dari keunggulan keragamanyang mencirikan hibrid F1 diantara genotipe tertentu.Tipe genotipe yantg disilangkan melahirkan galur-galur, klon, strain, dan varietas.
4.    Seleksi berulang. Seleksi yang diulang, genotip[e yang diinginkan dipilih dari genotipe ini atau turunan sejenisnya disilangkan dengan luar semua kombinasi yang menghasilkan populasi untuk disilangkan.
5.    Pengembangan varietas buatan. (R. W. Allard, 1992).
Dalam melakukan persilangan harus diperhatikan:
1.    Penyesuaian waktu berbunga. Waktu tanam tetua jantan dan betina harus diperhatikan supaya saat anthesis dan reseptif waktunya bersamaan
2.    waktu emaskulasi dan penyerbukan. Pada tetua betina waktu emaskulasi harus diperhatikan, padi harus pagi hari, bila melalui waktu tersebut polen telah jatuh ke stigma. Juga waktu penyerbukan harus tepat ketika stigma reseptif. Jika antara waktu antesis bunga jantan dan waktu reseptif bunga betina tidak bersamaan, maka perlu dilakukan singkronisasi. Caranya dengan membedakan waktu penanaman antara kedua tetua, sehingga nantinya kedua tetua akan siap dalam waktu yang bersamaan. Untuk tujuan sinkronisasi ini diperlukan informasi tentang umur tanaman berbunga. (Syukur, 2009)
Hibridisasi bertujuan menggabungkan sifat – sifat baik dari kedua tetua atau induknya sedemikian rupa sehingga sifat – sifat baik tersebut dimiliki oleh keturunannya. Sebagai hasil dari hibridisasi adalah timbulnya keragaman genetik yang tinggi pada keturunannya. Dari keragaman yang tinggi inilah pemulia tanaman akan memilih tanaman yang mempunyai sifat-sifat sesuai yang diinginkan (Sunarto, 1997).

III.             METODE PRAKTIKUM

            A.  BAHAN
1.         Tongkol daun tetua betina
2.         Malai tetua jantan

           B.  ALAT
1.         Kantong kertas Besar
2.         Kantong kertas sedang
3.         Trigonal klipp/stspler-isi stapler
4.         Label
5.         Pensil atau pulpen

                 C.   PROSEDUR KERJA
1.         Penanaman benih materi induk jantan dan benih materi induk betina seperti menanam jagung pada umunya dengan jarak tanam 80 x 40 cm, 2 biji/lubang dan komposisi tertentu.
2.         Pemeliharaan awal tidak berbeda, hanya setelah tumbuh paada umur 10 – 15 hari setelah tugal diseleksi setiap lubang hanya ditinggalkan 1 tanaman.
3.         Tanaman harus dipupuk hingga umur tanaman 30 – 35 hari setelah tugal dengan 2 – 3 kali aplikasi.
4.         Pada umur tanaman sekitar 53 hari lakukan pemotongan bunga jantan pada induk betina. Pelaksanaan dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 selama 8 – 10 hari.
5.         Sungkup bunga betina dengan kantong kertas
6.         Menjelang bunga jantan mekar, sungkup dengan kantong kertas untuk mencegah hilangnya serbuk sari.
7.         Penyerbukkan dilakukan dengan menggoyang – goyangkan malai pada kantong penutupnya, sehingga serbuk sari terkumpul.
8.         Kantong yang berisi serbuk sari dilepaskan dari malai dengan hati – hati, dekatkan pada ujung rambut tongkol bunga betina.
9.         Jika terlalu panjang, rambut tongkol dipotong kira – kira 2 cm sehingga menjadi rata.
10.     Serbuk sari ditaburkan pada ujung rambut tongkol dengan cepat untuk menghindari kontaminasi.
11.     Setelah penyerbukan selesai, tongkol ditutup kembali dengan kantong malai, dan dikuatkan pada batang dengan staples.
12.     Pada kantong ditulis tanggal dan jenis persilangan.
13.     Pelihara dan amati perkembangan bakal biji pada tongkol setelah 2 minggu dilakukannya persilangan.

IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN

            A.  HASIL PENGAMATAN
Tetua jantan                : Jagung manis
Teua betina                  : Jagung manis
Tanggal penyerbukan  : 16 Oktober 2012
Jumlah Biji                  : 452 biji

             B.   PEMBAHASAN
Hibridisasi adalah proses kawin antar individu dari spesies yang berbeda (persilangan interspesifik) atau individu genetik berbeda dari spesies yang sama (hibridisasi intraspesifik).  (Ellstrand,  2011)
Hibridisasi bertujuan menggabungkan sifat – sifat baik dari kedua tetua atau induknya sedemikian rupa sehingga sifat – sifat baik tersebut dimiliki oleh keturunannya. Sebagai hasil dari hibridisasi adalah timbulnya keragaman genetik yang tinggi pada keturunannya. Dari keragaman yang tinggi inilah pemulia tanaman akan memilih tanaman yang mempunyai sifat-sifat sesuai yang diinginkan (Sunarto, 1997).
Penyerbukan silang adalah berpindahnya serbuk sari dari suatu bunga tanaman lain kekepala putik tanaman yang berbeda. Penyerbukan ini terjadi karena terhalangnya serbuk sari dari bunga yang sama untuk melangsungkan penyerbukan sendiri. Umumnya penyerbukan terjadi karena bantuan angin dan serangga ( Nasir, 2001).
Metode penting yang sesuai dengan penyerbukan silang antara lain:
1.      Seleksi missal. Seleksi ini merupakan cara yang penting dalam pengembangan macam-macam varietas yang disilangkan.Dalam seleksi ini jumlah yang dipilih banyak untuk memperbanyak generasi berikutnya .
2.      Pemuliaan persilangan kembali. Metode ini digunakan dengan species persilangan luar yang nilainya sama baiknya dengan species yang berpolinasi sendiri.
3.      Hibridisasi dari galur yang dikawinkan. Varietas hibrida tergantung dari keunggulan keragaman yang mencirikan hibrid F1 diantara genotipe tertentu.Tipe genotipe yantg disilangkan melahirkan galur-galur, klon, strain, dan varietas.
4.      Seleksi berulang. Seleksi yang diulang, genotipe yang diinginkan dipilih dari genotipe ini atau turunan sejenisnya disilangkan dengan luar semua kombinasi yang menghasilkan populasi untuk disilangkan.
5.      Pengembangan varietas buatan. (R. W. Allard, 1992).
Tahap tahapan dalam melakukan hibridisasi atau persilangan tanaman menyerbuk silang secara buatan adalah :
1. Persiapan Pengamatan bunga   :
       pembungaan, benang sari, putik. Mengumpulkan informasi mengenai : asal usul dan sifat tanaman, waktu penyerbukan yang baik Pemilihan induk jantan dan betinaPemilihan bunga-bunga yang akan disilangkan.
2. Isolasi kuncup terpilih
     Merupakan suatu proses isolasi kucup bunga yang akan di gunakan dalam proses persilangan harus memenuhi syarat dan kriteria dalam persilanag. Sebagai contoh pada persilangan jagung kali ini tonggkol dari bunga betina harus mempunyai rambut yang pendek supaya proses  persilanganya berhasil.
3. Kastrasi/emaskulasi       
       Membuang semua benang sari dari sebuah kuncup bunga yang akan dijadikan induk betina dalam penyerbukan silang Dimaksudkan untuk menghindarkan penyerbukan sendiriDilakukan sebelum bunga mekar (putik dan benang sari belum masak)
4.Pengumpulan dan penyimpanan serbuk sari.
       Hal-hal yang harus diperhatikan :Serbuk sari tidak dapat disimpan terlalu lama pada kelembaban relatif tinggi, Makin tua umur serbuk sari, makin rendah kemampuan kecambahnya untuk membentuk tabung serbuk sari, Serbuk sari membutuhkan penyimpanan dengan kelembaban rendah (10-50%) dan suhu rendah (2-8ºC). Biasanya serbuk sari disimpan dalam desiccator yang diisi CaCl2 atau H2SO4 dengan konsentrasi tertentu.
5.Melakukan penyerbukan silang.
       Pada bunga hermafrodit, kastrasi harus dilakukan.Pada tanaman yang hanya menghasilkan bunga betina (femineus), putik dapat langsung diserbuki (tanpa kastrasi terlebih dahulu) saat bunga mekar.Waktu terbaik untuk melakukan penyerbukan adalah pada saat tanaman berbunga lebat.Suhu yang baik untuk melakukan penyerbukan adalah 20-25 ºC.Hindarkan kompetisi nutrisi antar putik yang diserbuki (Dalam satu cabang, sebaiknya jumlah putik yang diserbuki tidak terlalu banyak).Kepala putik harus sudah mencapai masa reseptif, dan serbuk sari sudah benar-benar masak.Materi Penyerbukan dan Pembuahan pada Bunga ini merupakan materi yang patut diperhatikan dan dipelajari dikarenakan tanpa penyerbukan dan pembuahan tidak akan ada regenerasi dari suatu makhluk hidup (Zulfikar, 2009).
            Sedangkan dalam pelaksanaan praktikum acara hibridisasi tanaman menyerbuk silang kali ini di perlukan teknik teknik dalam melakukan persilangan tersebut. Teknik teknik dalam Penyerbukan Silang Buatan tersebut yang di lakukan pada saat praktikum adalah sebagai berikut :

a.       Pemilihan tetua antan dan betina
                        Pada praktikum kali ini untuk melakukan silangan, kita membutuhkan induk betina dan induk jantan. Kedua induk sebaiknya memiliki keunggulan yang nantinya diharapkan bisa terpadu pada keturunannya Sebagai induk betina dipilih tanaman yang memiliki bungan dengan putik sudah matang kelamin, yakni mengeluarkan cairan seperti embun, dan belum menghailkan serbuk sari. Bunga yang sudah menghasilkan serbuk sari dikhawatirkan sudah mengalami penyerbukan sendiri. Sementara itu sebagai induk jantan dipilih tanaman yang bunganya sudah menghasilkan serbuk sari, sebagai tanda kelamin janyan sudah matang.
b.      Kastrasi
                        Kastrasi adalah pengambilan kotak sari (bunga jantan) dengan sengajaagar tidak terjadi persilangan sendiri. Kastrasi dilakukan pada saat bunga jantan mulai muncul tetapi belum pecah. Kotak sari yang belum pecah biasanya telah menyembul di dua sisi bunga betina dan berwarna putih, sedangkan kotak sari yang sudah pecah berwarna krem coklat kehitaman.Munculnya bunga jantan padatan dan bunga berkisar antara 6-12 hari. Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan bunga jantan tersebut. Ada beberapa cara untuk melakukankastrasi, yaitu: (1) menggunakan pompa pengisap, (2) dengan perlakuan alkohol,dan (3) secara manual dengan pinset. Kastrasi sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah persilangan pada saat bunga jantan mulai muncul tetapi belum pecah, biasanya 1-2 kali setelah persilangan.Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kerusakan mekanis tandan bunga. (Soemedi, 1982).
c.       Emaskulasi
                        Merupakan Langkah kedua setelah pemilihan tetua. Emaskulasi adalah pembuangan alat kelamin jantan pada tetua yang ditujukan sebagai tetua betina. Emaskulasi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu; secara mekanis, fisika, dan kimia. Emaskulasi dengan cara mekanis, yaitu dengan mengambil serbuk sari menggunakan alat penjepit, pinset ataupun jarum. Pengambilan kotak sari dilakukan sebelum kotak sari terbuka dan serbuksari luruh. Gunting digunakan untuk memotong ujung palea dan lemma agar mudah diambil kepala sarinya. Penyungkupan dan pelabelan dilakukan setelah emaskulasi selesai dilakukan dengan tujuan agar terhindar dari penyerbukan yang tidak diinginkan dan untuk menghindari kesalahan ( Nasir, 2001 ).
d.             Hibridisasi
                                Pada praktikum kali ini hibridisasi dilakukan dengan menaburkan benang sari di atas kepala putik bunga yang sudah dikastrasi tersebut serata mungkin.
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan penyerbukan silang buatan adalah sebagai berikut:
1.      Internal
a.      Pemilihan Tetua
Ada lima kelompok sumber plasma nutfah yang dapat dijadikan tetua persilangan yaitu: (a) varietas komersial, (b) galur-galur elit pemuliaan, (c) galur-galur pemuliaan dengan satu atau beberapa sifat superior, (d) spesies introduksi tanaman dan (e) spesies liar. Peluang menghasilkan varietas unggul yang dituju akan menjadi besar bila tetua yang digunakan merupakan varietas-varietas komersial yang unggul yang sedang beredar, galur-galur murni tetua hibrida, dan tetua-tetua varietas sintetik.
b.      Waktu Tanaman Berbunga
Dalam melakukan persilangan harus diperhatikan: (1) penyesuaian waktu berbunga. Waktu tanam tetua jantan dan betina harus diperhatikan supaya saat anthesis dan reseptif waktunya bersamaan, (2) waktu emaskulasi dan penyerbukan. Pada tetua betina waktu emaskulasi harus diperhatikan, seperti pada bunga kacang tanah, padi harus pagi hari, bila melalui waktu tersebut polen telah jatuh ke stigma. Juga waktu penyerbukan harus tepat ketika stigma reseptif. Jika antara waktu antesis bunga jantan dan waktu reseptif bunga betina tidak bersamaan, maka perlu dilakukan singkronisasi. Caranya dengan membedakan waktu penanaman antara kedua tetua, sehingga nantinya kedua tetua akan siap dalam waktu yang bersamaan. Untuk tujuan sinkronisasi ini diperlukan informasi tentang umur tanaman berbunga.
(Syukur, 2009)
2.      Eksternal
a.      Pengetahuan tentang Organ Reproduksi dan Tipe Penyerbukan
Untuk dapat melakukan penyerbukan silang secara buatan, hal yang paling mendasar dan yang paling penting diketahui adalah organ reproduksi dan tipe penyerbukan. Dengan mengetahui organ reproduksi, kita dapat menduga tipe penyerbukannya, apakah tanaman tersebut menyerbuk silang atau menyerbuk sendiri. Tanaman menyerbuk silang dicirikan oleh struktur bunga sebagai berikut :
-      secara morfologi, bunganya mempunyai struktur tertentu.
-      waktu antesis dan reseptif berbeda.
-      inkompatibilitas atau ketidaksesuaian alat kelamin.
-      adanya bunga monoecious dan dioecious.
b.      Cuaca Saat Penyerbukan
Cuaca sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan persilangan buatan. Kondisi panas dengan suhu tinggi dan kelembaban udara terlalu rendah menyebabkan bunga rontok. Demikian pula jika ada angin kencang dan hujan yang terlalu lebat.
c.       Pelaksana
Pemulia yang melaksanakan hibridisasi harus dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam melakukan hibridisasi, karena jika pemulia ceroboh maka hibridisasi akan gagal.                   
 (Syukur, 2009)
Di samping itu ada faktor faktor lain yang juga perlu di perhatikan yaitu:
a. Gangguan mekanis terhadap penyerbukan sendiri.
b. Perbedaan periode matang sebuk sari dan kepala putik.
c. Sterilitas dan inkompatibilitas
d. Adanya bunga monocious dan diocious
Faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam hibridisasi atau persilangan tanaman menyerbuk silang adalah :
a.       Cuaca saat penyerbukan
Kondisi panas dengan suhu tinggi dan kelembaban udara terlalu rendah menyebabkan bunga rontok. Sehingga dala hal ini akan mengakibatkan persilangan yang kita lakukan menjadi gagal.
b.      Pemulia
Keseriusan dan kesungguhan seorang pemulia dalam melaksanakan persilangan ini sangat menentukan keberhasilan persilangan. Karna dalam melakukan persilangan ini harus berhati hati dan tidak teledor. Di samping itu adalah pengetahuan pemuliaa tentang tanaman yang akan di silangkan
c.       Hujan
Curah hujan yang tinggi pada saat sedang melakukan proses persilangan akan mengganggu dan menggaggalkan persilangan yang telah di lakukan. Karna hujan tadi akan mengguggurkan bunga yang telah di serbuki sekalipun ada kantong.
d.      Angin
Angin mempunyai pengaruh penting dalam persilangan. Angin dapat menerbangkan serbuk sari kemana kemana. Sehingga dalam hal ini jika tanaman yang kita silangkan tidak di lindungi dan di tutup dengan baik makan memungkinkan akan terjadinya suatu penyerbukan yang tidak di kehendaki.
e.       Pemilihan tetua jantan dan betina
Pemilihan tetua jantan dan betina sangatlah penting dalam proses persilangan ini. Apabila dalam pemilihan tetua jantan dan tetua betina tidak tepat maka persilanganpun tidak berjalan dengan maksimal dan memungkin kan persilangan tersebut menjadi gagal. Sebagai contoh pada tanaman jagung yang steril.
   Pada  praktikum acara hibridisasi tanaman menyerbuk silang kali ini, Praktikum di lakukan di sawah belakang gor satria dengan menggunakan tanaman jagung varietas jagung manis untuk tetua jantan maupun tetua betinanya. Kondisi lapang pada saat melakukan penyerbukan silang adalah cukup mendukung karena cuaca pada saat hendak melakukan penyerbukan silang baik sekali dan suhu pada saat itu tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah kira kira 20-25 dan hal ini merupakan suhu yang optimum dan bagus untuk melakukan penyerbukan silang. Karena pada pelaksanaan hibridisasi tanamana menyerbuk silang jika suhunya tinggi maka akan mengakibatkan proses penyerbukanya menjadi gagal karena bunganya akan rontok. Kondisi lain pada saat pelaksanaan praktikum yang bisa di amati adalah tersedia sedikitnya tongkol tongkol ( bunga betina ) yang berambut pendek yang akan di lakukan proses penyerbukan.
Sedangkan kendala kendala yang di temui pada saat melakukan hibridisasi tanaman menyebuk silang adalah sedikitnya tongkol tongkol (bunga betina) yang mempunyai rambut pendek yang akan di lakukan proses penyerbukan. Karena syarat yang tepat dan sesuai untuk penyerbukan tanaman silang pada jagung adalah tongkol tersebut mempunyai rambut yang masih pendek. Kendala yang lain adalah Akses jalan menuju lokasi tempat di lakukanya persilangan. Lokasi tersebut medanya cukup menyulitkan praktikan karena melewati jembatan kecil dimana di bawahnya adalah sungai kecil atau aliran air. Di samping itu kendala yang lain adalah tempat di lakukannya acara hibridisasi tanaman menyerbuk silang ini yang cukup jauh jika melihat praktikum praktikum acara acara sebelumnya di lakukan di sekitar daerah teritorial kampus saja.
Berdasarkan data pengamatan pada praktikum acara hibridisasi tanaman menyerbuk silang kali ini di peroleh jumlah biji total 452 biji dimana biji F1 ini merupakan hasil persilangan antara tetua jantan dan tetua betina dengan varietas yang sama yaitu jagung manis. Dan dari hasil pengamatan, hibridisasi yang dilakukan persilangan ini termasuk sudah berhasil, sebab bunga betina yang diamati menunjukkan tanda-tanda keberhasilan hibridisasi yaitu bulu-bulu benang tongkol berubah warna menjadi kecoklatan dan tongkol membesar. Keberhasilan suatu persilangan buatan dapat dilihat kira-kira satu sampai dua minggu setelah dilakukan penyerbukan. Jika calon buah mulai membesar dan tidak rontok maka kemungkinan telah terjadi pembuahan. Sebaliknya, jika calon buah tidak membesar atau rontok maka kemungkinan telah terjadi kegagalan pembuahan.
(Syukur, 2009)
Tanaman yang menyerbuk silang terjadi dengan jatuhnya tepung sari pada rambut lebih kurang 95% dari bakal biji terjadi karena penyerbukan. Sedangkan hanya 5% terjadi karena penyerbukan sendiri, karena jagung merupakan tanaman berumah satu. Kegunaan Inbreeding, yaitu :
1.        Mengurangi frekuensi alel-alel resesif yang merugikan
2.        Meningkatkan variabilitas genetik di antara individu dalam suatu populasi
3.        Mengembangkan genotip potensial
Teknik hibridisasi atau penyerbukan silang buatan adalah teknik yang dimaksudkan untuk menggabungkan sifat-sifat baik yang dimiliki oleh induk  jantan dan induk betina, dengan harapan akan diperoleh keturunan yang memilikigabungan dari sifat-sifat baik tersebut. Sebelum melakukan hibridisasi dilakukanlangkah kastrasi yaitu pengebirian organ kelamin jantan yang mendekati matang.

V.                SIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1.      Penyerbukan silang adalah berpindahnya serbuk sari dari suatu bunga tanaman lain kekepala putik tanaman yang berbeda. Penyerbukan ini terjadi karena terhalangnya serbuk sari dari bunga yang sama untuk melangsungkan penyerbukan sendiri. Umumnya penyerbukan terjadi karena bantuan angin dan serangga
2.      Tahap tahapan dalam hibridisasi tanamanya menyerbuk silang adalah persiapan pengamatan bunga, isolasi kuncup terpilih,kastrasi dan emaskulasi, pengumpulan dan penyimpanan serbuk sari dan melakukan persilangan (Hibridisasi)
3.      Hal yang perlu diperhatikan dalam penyerbukan silang yaitu
a. Gangguan mekanis terhadap penyerbukan sendiri.
b. Perbedaan periode matang sebuk sari dan kepala putik.
c. Sterilitas dan inkompatibilitas
d. Adanya bunga monocious dan diocious
4.      Pada tanaman jagung verietas jagung manis yang di silangkan di peroleh hasil biji sebesar 452 biji dengan di tandai adanya bulu bulu benang yang berubah warna menjadi kecoklatan dan di ikuti tongkol yang semakin besar. Sehingga dapat di katakan bahwa persilangan yang di lakukan kalio ini adalah berhasil

DAFTAR PUSTAKA

Alfikri, A.L. 2011. Metode Hibridisasi Buatan. <http://blog.ub.ac.id/labib/sample-page/>. Diakses tanggal 5 November 2012.
Allard, R.W., 1960.  Principle of Plant Breeding.  John Willey&Sons. Inc.
Ellstrand, Norman C.2007. Spontaneous Hybridization between Maize and Teosinte. Department of Botany and Plant Sciences, Center for Conservation Biology, and Biotechnology Impacts Center, University of California, Riverside, CA 92521-0124 (Ellstrand, 

Nasir, M. 2001. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.  Jakarata.

Soemedi. 1982. Pedoman Bercocok Tanam Padi. Universitas Jenderal Sodirman, Purwokerto.

Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. IKIP Semarang Press, Semarang.

Syukur, M., S. Sujiprihati, dan R. Yunianti. 2009. Teknik pemuliaan tanaman. Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Departemen Agronomi dan Hotikultura IPB. Bogor. 284 hal

Nasir, M. 2001. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.  Jakarata.



Baca Selengkapnya ....

Jogja Istimewa Part I

Posted by KizilElma Selasa, 23 April 2013 0 komentar
Siapa yang tak kenal jogja dan siapa pula tak tahu tentang kota unik dan bersejarah yang satu ini. mendengar kata jogja rasa rasanya sudah kental di fikiran kita tentang kulur budaya setempat yang begitu kuat serta keindahan malam kota pendidikan ini. Keistimewaan jogja salah satunya adalah berdirinya universitas universitas dan pendidikan tinggi yang cukup banyak di kota ini, di samping itu juga terdapat lokasi wisata wisata yang asik dan unik, wajar saja jika kota ini sangat di rindukan sebagian wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan kota jogja yang lekat dengan sejarah ini,

Setelah melewati masa perkuliaahan yang begitu padat, tugas tugas kuliah, aktivitas praktikum laboratorium, dan praktikum lapang, yang menyita waktu, fikiran dan tenaga yang begitu banyak, sekarang tibalah saatnya untuk memanjakan dan merefleksikan diri sesuka hati dengan berlibur. Haha  Siapa yang mau ikut cungkan jari, wuahahahaa

Liburan semester kali ini saya dan kawan kawan seperjuangan satu basecamp akan melakukan touring ke Kota pendidikan kawan, Wow jogja coy,… aseek aseek

Destinasi ke kota pendidikan ini semula di luar dari list destinasi liburan semeseterku kali ini bersama kawan kawan satu basecamp. Namun karna visi dan misi dari liburan kali ini untuk mencari moment dan juga sebagai kenang kenangan buat kawanku yang akan pindah universitas maka opsi kota pendidikan ini pun akhirnya lahir dan di setujui sebagai keputusan terakhir dari berbagai opsi destinasi yang ada.

Keberangkatan ke jogja kali ini terdiri dari 4 orang dengan 2 sepeda motor, kami berangkat dengan dan tanpa pesiapan yang matang, pagi di putuskan siang sekitar pukul 13.00 kita berangkat menuju TKP. Hehe,. Cowok gitu looh..

 Tepat pukul 13.30 kami berangkat menuju jogja, meskipun dengan persiapan yang ala kadarnya tapi dengan bayang bayang akan keindahan kota jogja, gelora api semangat ini semakin membara dan membara. Hehe
Sepeda motor kami berjalan sesuai dengan irama, kita kebut kebutan tapi tetap saling bergandengan,. Romantis yak. Haha. Namun sial, perjalanan yang kita sususuri dengan begitu indah di nodai oleh hujan angin yang begitu lebat dan terpaksa kami berhenti untuk memasang senjata penangkas air alias MANTEL tepat di kota banyumus barat,. Wkwkwkw

Okeeh, setelah semua senjata terpasang,  perjalanan kembali kami lanjutkan dengan masih menyisahkan asa dan semangat yang berapi api, kita susuri garis demi garis lebar dan panjangnya jalan ini. Hujan yang turun dengan keras dan lebat semakin membuat kami ingin melaju dengan cepat.

Tepat pukul 15.40 hujan akhirnya reda, kegembiraan pun terlihat dari masing masing raut wajah kami, “ wouuy reda coy,.” Ujar EH.  karna waktu sudah menunjukan untuk sholat ashar, maka seketika kami menghentikan perjalan dan mencari tempat untuk melakukan ibadah sholat ashar.

    Tengak tengok kiri tengok kanan tak kunjung di jumpai adanya bangunan bertuliskan masjid, penyusuran masih tetap di lakukan, naaaaaaah setelah beberapa menit, Nampak bangunan menara tinggi menjulang. Ternyata kita telah sampai di masjid alun alun purworejo dengan menara yang begitu indah. Kami matikan mesin motor, lepaskan senjata anti air, dan saatnya masuk masjid dan melakukan ibadah sholat ashar, sholat dulu yuuk kawan. Hehe Cekidot

Sholat ashar telah selesai, kini saatnya kami melanjutkan perjalanan panjang ke kota pendidikan. Ternyata kami tidak meyangka akan secepat ini sampai di purworejo. Menurut sumber yang di himpun oleh kawan saya jarak dari purworejo ke jogja ternyata tidak jauh lagi saudara saudara. Nafas kegembiraan dan semangat kami kembali berkobar, “ ayooh kita lanjutkan perjalanan ini “ MAM.

Kota purworejo sudah terlewati, namun kami masih memacu roda dua ini dengan kencang. Nampak sebuah tempat dengan suasana budaya jawa yang kental, terdengar suara gending gending jawa nan menyentuh hati, terlihat pertunjukan monyet yang anggun, serta pameran pameran busana dan budaya  yang menakjubkan. “ Woow .kita sudah sampai jogja men “. teriak  ALH dengan semangat

Kita akhirnya pun tertipu, ternya kota yang bagus dan indah yang kami lewati tadi ternyata bukan jogja tapi wates, Siaaaaaaaaaaal,…  eiiist tapi karna semangat kami yang berapi api dan membara ini maka patah semangat tak ada di benak kita.. hehe okeeh lanjut ke perjalanan.. wkwkw

Setelah berberapa menit menyusuri dan menyusuri sepanjang jalan ternyata tak kunjung di temukan titik temu petunjuk jalan menuju ke jogja , alias kami tersesat dan kesasar. Huft. 

Terpaksa kali ini kami harus bersilat lidah ke lidah lidah di jalanan. Hehe dan petunjuk pun akhirnya kami kantongin, “ yooh berangkat aku udah ngerti jalanya “ ujar ALH dengan berapi api. Wokee berangkat mas brow,..

Ternyata tidak sia sia kami bersilat lidah kepada lidah lidah di jalanan, wkwkw karna dengan bersilat lidah itulah akhrinya kami mampu menuju ke jalan yang benar alias ke jalan menuju jogja bukan jalan yang menyesatkan atau bisa di sebut juga ( Kesasar ),. Hahaha

Pintu selamat datang bertuliskan “ Selamat datang di kota Pendidikan “ menyapa kami yang lesu dengan ramah. Waw akhirnya kita sampai di jogja kawan “ berkatalah AIF “. Semangat ini pun semakin semangat kalau dalam bahasa matematika dan ilmu esakta, bisa di katakana semangat kami ini seamangat kuadrat di kuadratkan lagi. Hahaha

Alhamdulillah, tibalah kami berempat di jogja dengan selamat. Kita keliling keliling dulu di sekitar kota sebelum kami menuju tempat peristirahatan yang kebetulan rumah paman kawan kami belum di temui. Sambil menyusuri rumah tersebut mata kami tengok kanan dan tengok kiri seperti bule masuk kampoeng. Hahaha

Setelah bermenit menit kami habiskan, rumah itu pun akhirnya dapat kami temukan, kami berempat selama di jogja berencana tinggal dan menginap disana, maklum anak kost ngga punya banyak duit, jadi nyari yang gratis gratis dulu aja. Wkwkwkw .

Kedatangan kami berempat ternyata di sambut dengan hangat oleh keluarga besar kawan AIF, kami pun turut senang karna keluarga ini mampu menerima kedatangan kita dengan se ala ala kadarnya dan apa adanya buka ada apanya. hehe. Di sini kami istirahat sejenak, sholat, mandi, ngobrol dan sebagainya. Lepas itu pukul 20.00 kami memutuskan untuk ke luar mencari angin segar jogja, setelah kami rasa angin di purwokerto tidak segar lagi, hahaha

Malam ini kami berkunjung ke taman Marlioboro jogja, dan nongkorng di tugu jogja sambil foto foto, Ayo action, 1 2 3 cepret cepret,. wkwkwk




Malam pertama di jogja ini pun begitu terasa mengesankan, malam ini kami habiskan untuk nongkrong sambil ngobrol ngobrol ringan dan hunting foto di tugu muda.. untuk judul di tugu jogja kali ini adalah “ Narsis abiies “. Wkwkwkw
                                            Ini yang namanya tugu Muda Yogyakarta kawan



                                          Ini foto kamu berempat di tugu Jogja



                                               Ini adalah foto eksklusif kami berempat



                                                 Dan yang ini adalah foto menara ala NEIGA



Setelah berlama lama dan berfoto foto di tugu muda, rasa bosen membujuk kami untuk berpindah tempat, karna saat itu kondisi perut tak terkondisikan akhirnya kita memutuskan mencari tempat untuk mengondisikan perut. Hehehe dan akhirnya pilihan kami jatuh di warung makan sederhana di Marlioboro jogja.

kami berempat pesan menu yang berbeda beda. Dan kali ini menu pesanan saya adalah,. Nasi pecel dengan lauk lulang. Hehe
                                                       Sok mari di santap gan. Hehe



                                               Ayoo bayar dulu kawan, sambil Narsis,. hehe


Ternyata makan malam kami di jogja ini pun terasa begitu special, karena makan malam kita kali ini di temenin sama bule cowok dan cewek dari asutralia coy. Huuuuu Waaaaw 
Bulenya yang jelas kali ini berkulit putih dan berambut pirang, bukan bule coklat berambut hitam,. Kalau itu mah Bukan bule Australia tapi bule grendeng. Hahaha

                                                 Ini dia bule asal australianya kawan


Santap santap malam kali selesai gan, karna waktu sudah menujukan pukul 23.00 itu artinya malam pertama di jogja kali ini cukup berakhir disini, esok nanti kami berempat berencana melanjutkan kunjungan kunjungan ke tempat tempat yang lebih seru dan menantang.. hehe
Sampai berjumpa lagi di “ Liburan jogja istimewa Part II “.
Terimakasih sudah bekenan untuk membaca.. Hehe see you next time kawan 

Baca Selengkapnya ....

Praktikum Mikrobiologi Part I

Posted by KizilElma Senin, 15 April 2013 0 komentar
Praktikum mikrobiologi Part I
        Agroteknologi merupakan gabungan dari lima program studi yaitu, hortikultura, hama dan penyakit, pemuliaan tanaman, agronomi dan ilmu tanah. Program studi Agroteknologi ini identik dengan kesibukan dan aktivitas praktikum yang cukup padat dan banyak menyita waktu selama menempuh studi. ya seperti itulah kira kira agroteknologi. hehe
Seperti yang sudah kita ketahui program studi agroteknologi dalam menghabiskan masa studinya lebih banyak berkecimbung di labolatorium maupun terjun langsung ke lapangan. Dan kali ini setalah vacuum cukup lama karna liburan, kali ini tibalah saatnya untuk para agrotekers memulai kembali aktivitas dan rutinitas yang begitu padat salah satunya adalah praktikum.
Okeeh,. Kali ini tepatnya hari senin tanggal 25 maret 2013 jam 14.00 wib mahasiswa agroteknologi kelas C rombongan B melakukan kegiatan rutinitas yang di sebut dengan Praktikum. Nah praktikum kali ini di lakukan sebagai syarat lulus dari suatu mata kuliah, terlebih mata kuliah yang mempunyai bobot sks 2:1 sudah pasti dan wajib melakukan praktikum karna praktikum ini sebagai modal awal kita sebagai calon sarjana pertanian yang bisa praktek dan aplikasi secara langsung bukan sekedar teori teori belaka. Hehe
Dan praktikum kali ini yang akan dilakukan adalah Praktikum Mikrobiologi. Apa sih itu mikrobiologi, dan buat apa ya melakukan praktikum ini? pentingnya buat apa sih ya?
Mikrobiologi adalah suatu cabang dari ilmu biologi yang mempelajari dunia mikroorganisme baik itu seluler maupun multiseluler,. Namanya juga mikro pasti lah mempelajari makhluk hidup yang berukuranya kecil kecil,. Hehe
Mungkin di benak kaum awam yang belum faham betul dengan ilmu mikrobiologi pasti ketika mendengar tentang bakteri, virus, maupun jamur sudah berfikiran yang tidak tidak alias negative. Wajar saja bila kaum awam berfikiran seperti itu karna mereka tidak punya dasar yang kuat dan tahu betul tentang mikroorganisme. Nah bagi kita yang bakal menjadi calon sarjana pertanian, hal ini tentulah sudah menjadi hal yang biasa kita dengar dan kita kaji. Hehe
Jadi mikroorganisme di dunia ini itu terdapat jenis jenis yang begitu banyak, dari jamur, virus, bakteri, maupun nematoda.  Nah dari jenis jenis tersebut ada yang bersifat menguntungkan dan ada juga yang bersifat merugikan. Fungsi dan manfaat kita mengkaji dan mempelajari ilmu mikrobiologi ini supaya kita tahu dan mengerti tentang seluk beluk kehidupan mikrorrganisme beserta karakteristik dari masing masing mikroorganisme. Ini menjadi begitu penting ketika kehidupan kita selalu di kaitkan dengan keberadaan makhluk hidup berukuran kecil ini. apalagi jika mikroorganisme ini sampai mengganggu dan bahkan merusak tanaman pertanian, ini suatu hal yang harus kita teliti dan kaji lebih dalam guna mengetahui cara mengatasi dan mengendalikan  mikroorganisme
Setelah berbicara sedikit tentang mikroorganisme, kini saatnya untuk melakukan praktikum mikrobiologi Part I. Cekidot
Praktikum kali ini terdiri dari dua acara. Acara yang pertama berjudul Isolasi Rhizobium,dan acara yang kedua adalah Isolasi mikroorganisme pelarut fosfat. Apasih sebenarnya tujuan dari praktikum kali ini, dan mengapa juga perlu mempraktikumkan acara ini? mari kita simak,.hehe
Untuk praktikum acara I kali ini ,kita disini akan mencoba untuk mengisolasi kemudian mengkultivasi sejenis mikroba yang berguna dan menguntungkan bagi kehidupan manusia khususnya dari aspek pertanianya sendiri. Mikroba yang digunakan kali ini adalah mikroba jenis Rhizobium yang biasanya kita jumpai pada bintil akar tanaman leguminose, jadi Rhizobium tersebut mengadakan interaksi dan bersimbiosis dengan bintil akar tanaman legume contohnya sperti pada tanaman kacang kacangan, dan kedelai. Meskipun tanaman tersebut tidak di berikan pupuk N dalam jumlah yang banyak, namun tanaman tersebut masih bisa mendapatkan suplai N karena aktivitas dari Rhizobium yang menempel pada kara legume tersebut. Nah itu sedikit gamabaran tentang tanaman legume. Sekarang mari kita simak step berikutnya. Cekidot,.
Setelah kita mengenal apa itu rhizobium dan tanaman leguminosae, kini saatnya kita mengambil akar tanaman legume untuk kita teliti dan kita ambil cairan yang mengandung Rhizobium untuk kita kultur atau kita budidayakan.

 Tahap pertama dari praktikum kali ini adalah dengan mencuci akar tanaman legume secara bersih hingga putih dan bebas dari kotoran. Maksud dan tujuan pencucian ini secara bersih adalah supaya nantinya ketika mau mengkulturkan cairan yang mengadnung rhizobium ini tidak terjadi kontaminasi yang akan menyebabkan kegagalan. Dan setelah akar tanaman legume di cuci langkah selanjtunya adalah dengan merendam akar legume tersebut kedalam larutan alcohol 70%. Adapun fungsi perendaman kali ini adalah mensterilisasikan akar tanaman legume supaya menghindari kemungkinan kontaminasi. Perendaman menggunakan larutan alcohol ini di lakukan selama kurang lebih 15 menitan.
Setelah di lakukan perendaman, langkah berikutnya adalah dengan memasukan akar tersebut kedalam mistil dan petle yang berbentuk seperti panci porselen dan penumbuk. Akar tersbut di masukan ke dalam waduh poerselen tersbeut kemudian di tumbuk halus sampai keluar cairan berwarna putih bening. Setelah cairan putih bening keluar maka wadah tersbeut di bawa ke dalam temapat LAF. Apa itu LAF? Fungsinya buat apa? Mari kita simak. Hehe
LAF adalah Laminar airflow Cabinet. Fungsi dari LAF ini sendiri adalah sebagai tempat penanaman suatu ekspan yang hendak kita kulturkan atau kita budidayakan. Dimana tempat pembudidayaanya kali ini adalah tempat yang steril yang tidak ada kontaminasi dari  mkiroorganisme jahat. Hehe
Sebelum kita melakukan penanaman mikroba ke dalam LAF atau di kenal denga Strike ( menggoreskan ), terlebih dahulu kita harus berada dalam keadaan yang steril. Adapaun untuk sterilisasi tangan dan anggota tubuh kita dengan menggunakan alcohol 70% kita usapkan kebagian tangan dan lengan tangan secukupnya. Setelah itu baru proses menggoresan cairan mikroba itu dapat di lakukan.
Di dalam LAF terdapat Bunsen bunnner yang berfungsi sebagai flamir dan sterilisasi alat secara manual, beker glass yang di dalamnya berisi larutan alkhol 70% dan alat alat lainya seperti pinset, dan jarum ose untuk mengambil cairan bening dari akar yang di duga ada Rhizobiumnya.
Selain alat alat di dalam LAF juga terdapat media yang digunkan untuk kultivasi mikroba., di siini terdapat dua media yaitu media YEMA, dan media YEM. Untuk jenis media YEM berupa padatan, atau agar, sedangkan untuk YEM berupa non agar. Dimana masing masing media tersebut sudah terdapat di cawan petri yang telah di tutup dan di beri label.
Okeh sampai ke prosedur pneggoresan caiaran mikroba rhizobium atau dikenal dengan Strike, pertama jarum ose yang akan kita gunakan untuk mengambil cairan rhizobium dari akar dan di oleska di permukaan media terklebih dalhulu di lakukan proses pemflamiran supata jarum ose tersbut benar benar steril dan tidak terkontaminasi mikroba jahat. Flamir kali ini dilakukan sebanyak 3 kali. Setelah proses pemflamiran selesai maka langkah berikutnya adalah dengan mengambil cairan rhizobium dari akar kemudian di oleskan ke dalam media YEMA yang terdapat di cawan petri. Sesudah pengolesan cairan rhizobium tadi kedalam cawan petri yang berisi media YEMA, peril juga di lakukan pensterlisasian cawan petri yaitu dengan cara cawan petri di putar di sekitar nyala api Bunsen untuk memastikan bahwa media dalam cawan petri tersbut bebas kontaminasi. Hehe
Setelah serangkaian proses itu selelsai, maka cawan petri yang berisi strike atau goresan cairan rhizobium dari akar tadi di beri label dengan format tanggal nama kelompok dan rombongan. Setelah pelabelan selesai makan cawan petri tersebtu di pindahkan ke tempat lain. Kali ini di gunakan rak tinggi untuk tempat penyimpanan media kultivasi. Pengamtan di lakukan selama 7 hari, tapatnya pada hari ke 3 dan hari ke 7 proses pengamartan medianya.
Okeeh itulah secuil cerita praktikum mikrobiologi Part I kali ini,.. tunggu cerita praktikum selanjutnyaya kawan,.. semoga cerita yang aku share ini bermanfaat bagi kawan kawan semuanya. Hehe.
SALAM,…
 



Baca Selengkapnya ....

Menulis itu something

Posted by KizilElma Jumat, 05 April 2013 0 komentar

           Menulis itu memang sesuatu banget buat kita, mengapa menulis itu sesuatu banget? karna menulis tidaklah mudah dan tidaklah susah, mau di bilang susah memang agak susah, namun di bilang mudah juga tidaklah mudah. Ini lah yang membaut aktivitas menulis ini sebagai something bagi kita yang hendak menulis.
            Hmmm.. Aku mau menulis? Tapi menulis apa ya?  Wah bingung banget ini? Mulainya dari mana ya? Terus kata pertama yang  di gunakan apa ya? Waduuhh kok jadi galau begini sih. Ya udah ngga jadi nulis aja deh. Haha

Baca Selengkapnya ....

Liburan, Saatnya Mengupgrade diri

Posted by KizilElma 0 komentar


   Setelah berlama lama di jenuhkan dengan kegiatan dan aktivitas perkuliahan yang begitu padat, hal ini tampaknya membuat para sebagian besar mahasiswa terlena dan bermanja manja dengan waktu libuaran yang mereka punya. Tak jarang yang menghabiskan waktu liburan hanya untuk bersenang senang dan bersuka ria dengan berlibur ke luar kota dan merefleksikan diri sepenuh hati.

Baca Selengkapnya ....

Perbedaan pola tanam monokultur dan polikultur

Posted by KizilElma 0 komentar


 Pada waktu itu, tanggal 13 maret 2013 dalam sebuah perkuliahan pestisida dan biopestisda terlontar sebuah pertanyaan dari seorang dosen seperti berikut :

Mengapa lahan yang di tanami berbagai jenis tanaman beda family akan mendorong ekosistem yang lebih stabil? Serta di antara sistem pola tanam monokultur dan polikultur sistem pola tanam mana yang berpotensi terjadi ledakan hama? Mengapa?

            Setelah pertanyaan dari seorang dosen biopestisida di sampaikan di depan para mahasiswanya, dan seketika tidak ada seorangpun yang mampu menjawab, akhirnya pertanyaan yang di ajukan sang dosen kepada mahasiswa tersebut di jadikan sebagai bahan pekerjaan rumah dan harus di kumpulkan sebagai tugas terstruktur mata kuliah biopestisida ini. Di sini saya akan mencoba berbagai ilmu tentang pertanyaan yang telah  di ajukan oleh sang dosen tersebut, meskipun masih jauh dalam kata sempurna tapi setidaknya jawaban saya ini mampu menambah pengetahuan dan pengalaman kawan kawan semua.

Baca Selengkapnya ....

BIOLOGI MOLEKULER GEN

Posted by KizilElma Kamis, 04 April 2013 0 komentar
  • Penemuan atau penelitian menggunakan virus dan bakteri membuktikan bahwa instruksi untuk menghasilkan sifat yang diwariskan adalah DNA.
  • Dengan kata lain penelitian membuktikan bahwa DNA adalah material genetik.
  • Contoh, eksperimen Hershey-Chase menggunakan virus T4 yang memiliki DNA saja bahwa hanya DNAnya yang menerobos membran sel bakteri tidak protein hasil fungsi DNAnya. Proteinnya pada larutan (supernatan), DNAnya pada pelet
2.  DNA dan RNA adalah polimer nukleotida
  • Struktur nukleotida terdiri atas:
    • (1) gula beratom karbon lima (ribosa, dan kandungan satu atom oksigen, disebut deoksiribosa untuk DNA;
    • (2) gugus fosfat dan

Baca Selengkapnya ....

Visited

Copyright © 2013 Aziz young farmer ( Muhammad Aziz Muslim ) Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsoed. Diberdayakan oleh Blogger.